24 Maret 2009
Dari rumah sekamir jam berapa ya? Yang kami (Red Ant) ingat sampai di Kampung Rambutan jam 01.30 WIB. Selanjutnya 04.30 WIB sudah berdiri di Pasar Cipanas. Ketika sampai di Pos Jaga Volunteer GPO, sudah ada beberapa orang yang stand by.
25 Maret 2009
Seluruh Volunteer berkumpul di Pondok GPO membicarakan rencana acara dan pembagian tugas.
26 maret 2009
Bangun. Di pos sudah ada beberapa peserta yang datang. Sebagian sejak semalam. Mereka dibawa salah satu anggota kami. Ada juga mendirikan tenda di halaman pondok jaga. Beberapa peserta mulai bergerak bersama ke camping ground. Cuma beberapa, sebagian besar peserta mungkin masih di perjalanan.
27 Maret 2009
Pagi-pagi mengambil air ke Alun-alun Barat. Jam 10-an kelompok pertama kami sambut dengan greeting, “Wilujeng sumping dina Simpang Maleber. Mangga dikumpulkeun raruntahna!” Kalau ditotal-total 1200 peserta akan menepaki setapak rentan ini. Belum lagi ditambah panitia sekamir 70-an orang termasuk dari Dephut dan Avtec.
Pada siang hari semua peserta di mana pun mereka berada wajib beristirahat. Berhenti, mengambil napas, ngemil, makan, kemudian boleh kembali melanjutkan pendakian.
Anak-anak Pencinta Alam SMA kami muncul. Pertama pembina dahulu: Pak Rusdi beserta Caang Red Ant, dan anak kelas sepuluh.
Sore hari kembali dihadiri hujan walaupun tidak sebesar kemarin. Berlanjut dengan gerimis yang lama. Karena hujan itulah, packingan kembali dibongkar. Fly sheet dibentangkan. Saat itulah sekelompok peserta ikut menikmati shelter dadakan yang kami buat. Seorang ibu dan dua orang anaknya. Mereka bernama Ridho dan Lingga. Kakak beradik anak pemanjat tebing. Di kegiatan ini ada juga anak yang jauh lebih kecil (umurnya dua tahun).
Seharusnya jam 17.00 WIB semua peserta telah merapat di Alun-alun Barat. Celakanya jam 18.00 WIB masih ada saja peserta yang berleha-leha di tengah pendakian. Buntut Lutung, Lawang Seketang, dan lainnya.
Lebih dari jam 21.00 WIB kami bergerak ke Alun-alun Timur. Asyik juga jalan pakai headlamp pendaki. Pendaki dengan suara dengkuran yang lucu tadi ikut bersama kami. Sepanjang perjalanan kaki mereka sering keram, kaku-kaku. Balsem dan Counterpain justru membuat badan menjadi terasa semakin dingin.
Di Alun-alun Barat sudah berdiri kemah induk sebgain besar peserta. Rombongan kami memilih lokasi dekat saluran air untuk membangun tenda dan menikmati susana. Kami menyadari kekuasaan Allah SWT meliputi keluasan alam. Kami sadar betapa kecilnya makhluk bernama manusia. Angin bertiup keras, mendung berkabut, ditengah suasana yang demikian berefleksi menyenangkan juga. Tetapi evaluasi kegiatan hari ini ditunda sampai besok pagi.
28 Maret 2009
Bangun. Masak-masak. Bersih-bersih. Santai-santai. Dan evaluasi kegiatan kemarin. Yang paling mengemuka soal jatah makanan yang dirasa kurang. Kekurangan yang telah tercipta. Selain makanan di pihak panitia. Perihal peserta mengenai waktu yang selalu molor yang dikedepankan.
Sebelum briefing, ada beberapa peserta yang meminta izin pulang lebih dahulu. Semua beralasan ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan (sekolah, kuliah, maupun kerja). Kecintaan pada pendakian gunung memang sudah sewajarnya tidak mengganggu aktivitas primer lainnya. Anak-anak Red Ant salah satu kelompok yang akhirnya pulang terlebih dahulu. Sebagian besar menggunakan jalur Cibodas, sebagian yang lain via Gunung Putri.
Selama kegiatan berlangsung banyak kedapatan pendaki yang masih meenggunakan sabun, sampo, pasta gigi, yang semuanya mengandung bahan kimia perusak. Volunteer dan petugas berwenang menyita barang bukti.
29 Maret 2009
Sebagian pendaki bergerak dari Alun-alun Barat, Kandang Badak, Kandang Batu, semua menuju gerbang Cibodas.
30 Maret 2009
Kami semua pulang dengan perasaan senang. Demikianlah Operasi Bersih Gunung Gede 2009 yang kami lakukan. Semoga kegiatan kami dapat menjadi inspirasi pembaca sekalian.
Salam Rimba!